Thursday, May 3, 2007

PENGOBATAN THIBBUN NABAWI DENGAN DZIKIR DAN HERBA


Pusat Agensi HPA Patrakomala akan mengadakan Herbalis Training dan Seminar Pengobatan Thibbun Nabawi dengan Dzikir dan Herba. Dalam Training khusus untuk mereka yang ingin belajar langsung dengan pakarnya yaitu Tn.Hj. Ismail bin Hj. Ahmad yang merupakan pemilik perusahaan HPA Intrnasional Sdn. Bhd sekaligus rektor Institut Pelatihan Herba Al Wahida Malaysia. Kemudian akan diisi juga dengan materi Dzikir bersama Tim Majelis Dzikir az Zikra pimpinan Ust. Arifin Ilham ( pimpinan pusat majelis dzikir az zikro ).


Kemudian akan dibahas mengenai rahasia pengobatan thibbun nabawi dan teori Ibnu Sina. Yang lebih dahsyat lagi adalah diuraikannya rahasia dibalik sinergi 7 herba pada kopi radix HPA oleh Tn Hj Ismail yang mampu dan terbukti berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit diantaranya Diabetes, darah tinggi, Anti tumor dan kanker, colon cleansing, afrodisiak, batu ginjal, selepas bersalin, menguatkan tulang, demam, dan untuk menapause.


Acara Tersebut akan diadakan pada :

Herbalis Success Seminar
Tanggal : 6 - 8 Juli 2007
Tempat : Divlat Telkom Bandung
Jl. Gegerkalong Hilir
Waktu : pukul 08.00
Trainer : Tn. Hj. Ismail bin Hj. Ahmad
Presenter : Erwin Chandra Kelana, Ibnu Khajar, Istikmal
Biaya : Rp. 500.000,-
Fasilitas : Penginapan,makan,sertifikat,kit seminar,tas.

Seminar Sehari Pengobatan Thibbun Nabawi dengan Dzikir dan Herba
Tanggal : 8 Juli 2007
Tempat : GSG YPKP Universitas Sangga Buana
Jl. PHH Mustofa no.68
Waktu : 08.00 - 15.00
Pemateri : Tn Hj. Ismail bin Hj. Ahmad
Tim Majelis Dzikir Az Zikra asuhan Ust. Arifin Ilham
Presenter : M Iwan, Ibnu Khajar
Biaya : Rp. 35.000,-


Dan bagi mereka yang mengikuti acara seminar ( baik yang full training maupun seminar sehari ) ini dapatkan discount 50% Untuk training Al Hijamah pada Gebyar Bekam pada :

Tanggal : 11 Agustus 2007

Tempat : Pusat Agensi Patrakomala

Waktu : 08.00 - selesai

Biaya : Rp. 150.000 ( normal ) Rp. 75.000 ( untuk peserta herbalis succes seminar )


Daftarkan diri anda segera, tempat terbatas !!!


INFORMASI DAN PENDAFTARAN :
PUSAT AGENSI HPA PATRAKOMALA
Jl. Patrakomala no. 35 bandung
Telp/Fax (022) 4240644

Contact Person :
Ade Dian (081320186831)
Adi H (022)91579541)

Transfer melalui :
Rek BCA no : 0860312051
a.n Istikmal

Thursday, April 26, 2007

Profile HPA


Sejak September 1987, bisnis ini telah di jalankan dan di kenal dengan nama “PERUBATAN TRADISIONAL AL-WAHIDA”. Dengan semakin majunya bisnis ini, pada tanggal 15 Juli 1995, HPA INDUSTRIES SDN.BHD didirikan. HPA INDUSTRIES SDN.BHD diusahakan oleh seorang anak Jati Perlis Tn. Haji Ismail bin Ahmad yang mewarisi keahlian meracik herba, warisan nenek moyang.
Berasaskan konsep herbalis yaitu menjadikan obat sebagai makanan dan makanan sebagai obat, perusahaan Industri ini optimis akan di terima oleh segenap lapisan masyarakat. Perhatian lebih serius telah diberikan oleh Departemen Kesehatan Malaysia.
HPA masuk ke Indonesia pada tanggal 20 Mei 2000 dengan mitra utamanya PT GARMAPUTRA GESTRACO sebagai agen tunggal pendistribusian produk-produk HPA di Indonesia.
Selain mendapatkan sertifikat GMP (Good Manufacturing Practise), Deperindag, Dirjen POM dan DEPKES RI yang tercantum sebagai obat tradisional impor bukan sebagai Food Suplement (makanan tambahan), Halal Gel Pakistan (sebagai gelatin pembungkus) juga mendapat pengesahan dari Pusat Konsultasi Syariah (PKS) sebagai Multi Level Marketing Syariah (MLMS)
Keunggulan HPA
  1. HPA memiliki Visi dan Misi yang luhur.
  2. HPA memiliki komitmen menghasilkan produk yang halal dan toyyib, berkualitas (bermutu).
  3. HPA dimiliki pengusaha muslim sejati
  4. HPA memiliki marketing plan yang memenuhi prinsip keadilan/ihsan dan jual beli sesuai syariah.
  5. HPA menjadikan seorang herbalis dan peniaga muslim yang selalu berakhlakul karimah dan menjaga prinsip-prinsip syariah.

Pabrik

Kini, HPA Industries Sdn Bhd memiliki beberapa buah pabrik yang serba modern dan mengusahakan ladang-ladang herba seluas 500 hektar untuk memastikan persediaan herba yang mencukupi.
Pabrik Industri Obatan Herba HPA terletak di alamat B1 & B2, Lot 29, Jalan Industri, Kawasan Perindustrian Kuala Perlis, Perlis, Malaysia dibawah skim Bank Pembangunan Malaysia. Selain daripada itu, satu lagi Pabrik HPA juga beroperasi di Lot 6, Kawasan MIEL Fasa II, Jalan Jejawi Sematang, Perlis. Malaysia.
Pada sejarah permulaannya, industri farmaseutikal yang diwujudkan oleh HPA beroperasi di rumah Tn. Haji Ismail sendiri. Namun dengan hasil kesungguhan yang telah dibangun oleh HPA, pihak bank memberikan hak sewa sebuah bangunannya untuk tujuan tersebut. Dalam waktu yang sama, HPA telah membuat pengajuan kepada pihak Biro Pengawalan Farmaseutikal Kebangsaan (BPFK) untuk mendapat kelulusan susun atur/plan Pabrik. Akhirnya setelah diberikan oleh pihak biro, Bank Pembangunan memberikan hak lagi satu blok tambahan untuk HPA.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia, HPA Industries Sdn. Bhd. Juga berencana membangun pabrik produksi obatan herba ini di bawah pengelolaan PT Wahida Indonesia.

Produk Herba

Sejak jaman dahulu Kawasan Asia Tenggara dengan hutan tropika khatulistiwa sangat kaya dengan tumbuh-tumbuhan herba. Penggunaan herba telah banyak dikonsumsi untuk mengatasi segala macam masalah kesehatan. Hidup sehat berasaskan herba kini memasuki era modern. HPA Industries sukses menggabungkan produk-produk herba secara komersil. Hingga kini, 51 jenis produk telah dipasarkan di Malaysia dan 31 jenis produk telah dipasarkan di Indonesia dan banyak lagi akan dilancarkan pada masa mendatang. HPA Industries menitikberatkan kualiti dan proses produksi yang menjamin mutu produk senantiasa konsisten.
Bekalan bahan herba seperti pegaga diusahakan sendiri di ladang-ladang milik perusahaan. Pengawasan yang rapi diprioritaskan terhadap bahan utama, hal ini untuk menjamin mutu produksi yang tinggi. Semua bahan herba lain juga melalui pengawasan mutu yang ketat dan memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan.
Penggabungan rohaniah dalam proses pembuatan, meningkatkan lagi keikhlasan terhadap tugas-tugas menyediakan herba rawatan untuk manusia. "Sekiranya Mereka Tahu Khasiat Herba Kita, Niscaya Mereka Akan Tukarkan Dengan Ketulan Emas” (Tn. Hj. Ismail bin Hj Ahmad)

Profile Tn Hj Ismail bin Hj Ahmad

Sang Herbalis....

Tahukah tuan siapa sang herbalis
herbalis bukanlah perawat biasa
Dia tidak berda di bilik-bilik rumah sakit
Dia tidak berada di ruang-ruang perkantoran
Sebab dia tidak terkurung pada ruang dan waktu
Tahukah tuan siapa sang herbalis itu...

Dia adalah manusia yang merawat hati

Siapa yang tidak mengenal sosok Tuan Haji Ismail bin Ahmad? Bagi anggota Herba Penawar Al-Wahida (HPA) pastilah mengenalnya. Tuan Haji, begitu biasa beliau disapa, memang pendiri dan sekaligus pemilik HPA.
Lahir di desa Jejawi Perlis, Malaysia pada 1 Juni 1963, Tuan Haji membuktikan dirinya salah satu putera terbaik Malaysia yang sukses menjadi pengusaha, juru dakwah dan tabib muslim. Salah satu ucapan beliau yang menjadi motto HPA di seluruh Asia Tenggara.
"Kita harus menolong umat Islam agar kembali bangkit menuju kejayaan. Siapa lagi kalau bukan kita? Kapan lagi kalau bukan dari sekarang?"
Untuk mewujudkan itu semua beliau berpijak pada dua misi besar yang kini tengah dikembangkannya hingga Eropa dan Timur Tengah, yaitu membangun ekonomi umat Islam dan menciptakan obat-obatan yang berkualitas tinggi yang diolah secara Islami.
HPA merupakan multi level marketing (MLM) yang berstatus syariah. Stempel syariah di sini bukanlah main-main atau sekadar simbol belaka, namun harus melewati beberapa persyaratan ketat yang harus dilalui seperti: produk yang dijual harus halal, sistemnya adil, dan yang terpenting adalah keuntungan dari perniagaan itu mestilah dikembalikan kepada umat Islam.
Keprihatinan Tuan Haji terhadap obat-obatan yang beredar dewasa ini tanpa memperdulikan halal dan haram menyebabkan beliau memproduksi sendiri obat-obatan alami (herba) yang berkualitas tinggi dan diproses secara hati-hati melalui teknologi modern tapi tetap memegang teguh prinsip-prinsip dan etika Islam.
Terbukti semua produk HPA mendapat pengakuan dari WHO (Badan Kesehatan Dunia) dengan memberi sertifikat Good Manufacturing Product (GMP) pada tahun 1999, merupakan pengakuan tertinggi untuk kualitas dan khasiat produk herba tersebut. HPA merupakan perusahaan kedua di Malaysia yang mendapat sertifikasi dari WHO untuk bidang obat-obatan.
Siapapun yang berjumpa dengan Tuan Haji pastilah enggan untuk berpisah. Entah mengapa seola-olah terdapat kesejukan, kedamaian dan ketenangan tersendiri ketika bersama-sama dengan beliau. Tutur katanya, murah senyumannya, keluasan ilmunya dan ketawadhuannya seolah menjadi magnet yang mampu memikat setiap orang yang berada di dekatnya.
Simaklah penuturan wartawan harian Metro, Zainuddin Zain, ketika berjumpa dengan beliau akhir April 2006 lalu. "Orangnya cukup sederhana sekalipun memiliki rangkaian perniagaan berjuta ringgit. Ketika ahli setarafnya bergaya dengan banglo (bungalow), beliau lebih selesa (suka) menetap di rumah pusaka (warisan) keluarganya yang beratap rumbia dan berdinding buluh." ungkap Zainudin.
Wartawan Metro itu lebih tercengang ketika Tuan Haji berkata mengenai dirinya: "saya lebih selesa (suka) jika orang lebih mengenal produk dan syarikat (perusahaan) ini daripada diri saya."
Saat ini, Tuan Haji memperkerjakan 350.000 tenaga ahli di seluruh Malaysia, beberapa pabrik dan rumah sakit di Malaysia dan satu pabrik di Indonesia, belum lagi pekongsian (partnersip) dengan berbagai pejabat di berbagai negara Asia Tenggara.
Yang menarik, hobi Tuan Haji sejak berusia 12 tahun adalah senang bermain di hutan. Lulusan Universitas Putra Malaysia (UPM) tahun 1985 ini memang gemar masuk hutan. Yang dicari adalah pokok herba dan akar kayu. Malah dengan posisinya sekarang sebagai Direktur Utama HPA, beliau tetap menyediakan waktu 2-3 hari dalam sebulan untuk memasuki hutan. Tidaklah mengherankan bila hampir semua sudut hutan dan bukit di sekitar Perlis dan Kedah pernah dijelajahi beliau.
Pengalaman yang menarik ketika menjelajahi hutan adalah ketika menemukan sejenis garam di puncak gunung Jerai yang cukup berkhasiat untuk penyakit diabetes. Saat yang tepat untuk mengambilnya, menurut Tuan Haji, ialah selepas kambing gurun menjilat garam tersebut. Dan kambing itu hanya datang pada waktu tertentu saja.
Pengalaman lainnya ketika menemukan 'batu leleh' yang ukurannya sebesar pelukan orang dewasa yang mempunyai fungsi banyak keistimewaan terutama berfungsi sebagai penyerap racun dan bernilai ratusan ribu ringgit.
Dari hobinya bemain di hutan, lalu menggiring beliau masuk UPM fakultas pertanian. Selepas dari UPM, beliau berkerja di LPP (Lembaga Pertumbuhan Peladang) Kampung Kok Kelang, dekat Padang Sidin di Perlis. Bakat luar biasa Tuan Haji di bidang herba ternyata membuahkan hasil, yakni memenangi anugerah Hari Q (qualiti) oleh Jabatan Perdana Menteri (JPM), dan bonusnya pun terbang ke Indonesia.
Di Indonesia, Tuan Haji sempat melawat ke beberapa pabrik jamu tradisionil seperti Mustika Ratu dan Nyonya Meneer. Dari lawatan tersebut, beliau berpikir mengapa tidak membuat hal serupa di Malaysia, padahal permintaan untuk obat-obatan alami sangat tinggi pada waktu itu.
Lalu Tuan Haji bersama isterinya, Puan Hajjah Norhayati bin Hj. Ahmad berjualan di pasar malam dengan mengendarai sepeda. Usahanya ini sebenarnya telah dilakukan ketika beliau masih duduk di UPM, sehingga tidak banyak rekan-rekan seuniversitas baik yang senior maupun yunior mengenal beliau sebagai pedagang obat pasar malam.
Ketika bersama isterinya berjualan sambil menggelar dagangan di kaki lima, sang isteri berkata kepada beliau, "Abi, kapan kita mempunyai rumah yang berada di atas angin di bawah awan?" Tuan Haji menjawab, "Sabarlah, nanti juga Allah berikan jika memang Allah mengizinkan."
Perlahan tapi pasti, usaha dagang Tuan Haji yang dilakukan di pasar malam dan dari rumah ke rumah untuk mengumpulkan modal ternyata membuahkan hasil. Pada tahun 1997, didirikanlah Herba Penawar Al-Wahida. Wahida sendiri diambil dari nama anak sulung beliau Wahida yang kini berusia 18 tahun.
Impian isteri untuk memperoleh rumah di atas angin di bawah awan, maksudnya seperti villa, akhirnya terpenuhi. Setelah beberapa lama tinggal di rumah yang baru tersebut, puan hajjah Norhayati Ahmad, kembali bertanya kepada suaminya, "Abi, apakah rumah ini bisa mengantarkan kita ke surga?" Tak lama kemudian, rumah itu pun dijual lalu kembali ke kampung halamannya.
Prinsip Tuan Haji dalam berbisnis adalah selalu mengalah dan tidak pernah menzalimi orang lain (lawan bisnisnya) kendati pihaknya yang justru berada dalam kondisi yang dizalimi dan dirugikan. "Ketika peluang bisnis kita diambil oleh orang lain, sesungguhnya kita sedang mendapatkan kesempatan peluang-peluang bisnis lain yang lebih banyak dan lebih besar," tuturnya.
Yang menarik, selain dikenal sebagai pengusaha, Tuan Haji juga dikenal piawai dalam berdakwah. Ketika berbicara masalah agama, beliau seolah-olah nampak seperti seorang da'i. Nasehat-nasehatnya mampu menyejukkan hati setipa orang di sekitarnya. Ceramah-ceramahnya mampu membakar semangat juang setiap orang yang mendengarnya.
"Mensyukuri nikmat itu bisa saja dengan cara memberikan sedikit infaq kepada peminta sedekah di tepi jalan atau ke masjid-masjid yang sedang membutuhkan dana untuk pembangunan dan sebagainya. Dahulu kita tidak dapat mendapatkan keuntungan dari niaga ini, kemudian tiba-tiba dikaruniakan Allah dengan keuntungan. Walaupun keuntungan itu hanya sebesar Rp 20.000, tapi kita harus ingat bahwa keuntungan itu merupakan kurnia dari Allah. Apalagi bila sudah diberi keuntungan jutaan ringgit. Maka, infakkanlah... infakkanlah... infakkanlah... berikanlah... keluarkanlah... Insya Allah uang yang kita keluarkan akan ditambah lagi oleh Allah. Bersihkanlah harta-harta kita dengan berinfak supaya kesenangan itu dapat dirasakan pula oleh teman-teman kita, jiran-jiran kita dan juga kaum kerabat kita," kata Tuan Haji dalam setiap sambutannya.
Ada satu cerita yang menarik, beliau pernah memberi bingkisan berisi sembako dan uang ke setiap rumah orang miskin di kampungnya di setiap akhir bulan selama tiga tahun. Yang unik, tidak satupun para tetangganya itu tahu siapa yang telah meletakan sembako dan uang di depan pintu mereka, padahal peristiwa itu berjalan selama 3 tahun. Bahkan, salah seorang tetangganya pernah berkata, "Ada seorang yang berhati malaikat tapi kami tidak tahu siapa dia, setiap akhir bulan selalu memberi makanan dan uang. Tidak seperti orang kaya sebelah rumah saya ini, tidak pernah kasih kami apa-apa," ujarnya sambil menunjuk ke rumah tuan haji.
Di dalam bidang ilmu kesehatan dan obat-obatan, seolah-olah beliau adalah seorang pakar yang terkenal. Keluasan ilmu pengetahuannya di bidang ini melebihi dokter handal sekalipun, meski beliau tidak pernah mengenyam pendidikan kedokteran secara formal. Tapi, untuk menjadi seperti sekarang ini, beliau mengaku belajar hampir ke banyak guru terapi hingga tujuh tahun lamanya.
Tak mengherankan jika Tuan Haji sangat pandai dan tepat dalam mendiagniosa penyakit seseorang dalam waktu singkat. Suatu kali ketika beliau berkunjung ke Palembang sudah ditunggu sebanyak 200 pasien yang ingin berobat. Pasien sebanyak itu hanya membutuhkan waktu dua jam untuk pengobatan. Caranya, dengan menginjak punggung (kiropraktik) pasien.
Wartawan Metro, Zainuddin Zaid, yang mengunjungi pabrik HPA di kawasan industri Kuala Perlis terkesima ketika meminta Tuan Haji untuk mendiagnosa penyakit yang dideritanya. Ia sungguh suprise, karena apa yang dikatakan oleh tuan haji tepat sekali, bahkan lebih tepat dari diagnosa dokter yang dia lakukan dua hari sebelumnya.
Ia lebih terkejut lagi dengan peraturan yang mengharuskan setiap pegawai HPA ketika bekerja harus dalam keadaan berwudhu, hanya wanita yang sedang haid diberikan kelonggaran. Tujuannya, untuk memastikan supaya produk yang dikeluarkan mendapat ridho dari Allah.
Memang, syair yang ditulis Tuan Haji berjudul 'Sang Herbalis' seolah menggambarkan sosok dirinya yang berusaha selalu ada di mana-mana tanpa bisa disekat oleh ruang dan waktu. Tujuannya hanya satu, merawat hati. Hati yang bahagia dan tentram merupakan kekuatan fitrah untuk membangkitkan daya tahan dan semangat hidup orang-orang yang sebelumnya telah berada pada tepi keputusasaan.
Merawat hati bukanlah sekadar kata-kata yang santun. Tapi, lebih dari itu, beliau telah melakukan dan akan terus dilakukan hingga senyum bisa kembali mengembang pada bibir setiap orang yang membutuhkan perawatan.
"Orang yang paling hebat adalah orang yang sederhana dalam berkata dan brilian dalam bertindak." (Confusius, Filsuf China)